|TerasDepan| ForestView| ForestView-Poems| KartuNgul|

Friday, February 8, 2008

Sepak Bola, BBM dan Carut Marut Wajah Kita


Gempita persepakbolaan nasional kembali menoreskan luka nan memalukan. Belum lagi tiga minggu setelah kisruh di 8 besar ketika laga Persiwa Wamena dan Arema Malang, tanggal 6 Februari kemarin seorang The Jack Mania , supporter Persija tewas dalam kerusuhan antara Supporter Persipura dengan Supporter Persija. Walaupun belum berlaga Supporter dua kesebelasan saling ejek dan berakhir bentrok yang membawa korban jiwa.

PSSI selaku penanggung jawab berputarnya Liga menolak bertanggung jawab, " kejadian berlangsung di luar stadion , itu diluar kewenangan kami. Tugas kami adalah menjamin penonton yang punya ticket untuk non dengan aman dan nyaman " tegas Nugraha Besoes sang Sekjen PSSI. Dilain pihak Meneg Pemuda dan Olah Raga berang dan mendesak Pertandingan final yang sedia berlangung hari Sabtu ini harus ditunda , dibatalkan atau dipindahkan ke tempat lain di luar Jakarta.

Di tempat yang lain BPH Migas yang jadi regulator peredaran BBM berancang-ancang akan membatasi pembelian bahan bakar untuk mobil pribadi. Konon akan digunakan smartcard untuk mengendalikan konsumsi BBM bagi kendaraan pribadi itu. Bahan bakar yang disubsidi itu telah berulang kali membebani APBN dan menguras kocek negara.

Dua hal yang sama-sama amat dekat dengan massa. BBM selalu berkaitan dengan daya beli dan harga yang harus ditanggung masyarakat. Sedang sepak bola, konon olahraga terkondang didunia ini merepresentasikan psikologi sosial dan politik masyarakat saat ini.

Inilah negeri yang serba tak menentu, tak ada kejelasan dan bisa berubah setiap saat.

Agaknya beban masyarakat sudah amat memuncak dan tinggal meledak.

Mudah-mudahan rakyat tetap kuat, seperti kuatnya saat diinjak-injak penjajah selama sekian lama. JIka rakyat bisa kuat, mengapa pengelola kebijakan seakan serba gagap dan tak pernah siap untuk mengantisipasi gejolak. Bercerminlah.... bukan buruk muka cermin dijual..

Tuesday, February 5, 2008

SEKAPUR SIRIH

Inilah rumah kami, pintunya selalu terbuka. Untuk kita dan siapa saja yang berpikiran merdeka. Bagi yang tidak segan berbagi khazanah dari ilmu hingga sekedar empathy yang bermanfaat untuk umat manusia. Apalah setiap upaya memaknai hidup yang luas namun amat singkat.

Blog ini ibarat rumah ibu, dimana tiap anak boleh merajuk, protes bahkan mogok makan, tapi tentu tidak bisa minta uan jajan....!
Disini bisa ditemukan pemikiran, komentar, sastra, karikatur canda atau sekedar mencari teman bicara.